Memulihkan Akses Air Bersih Pasca Banjir di Aceh Tamiang
Ketika banjir melanda, akses terhadap air bersih dapat hilang dalam semalam, sehingga kesehatan, keselamatan, dan proses pemulihan masyarakat berada dalam risiko besar. Pada Desember 2025, banjir parah melanda Desa Babo dan Desa Rantau Bintang di Kabupaten Aceh Tamiang, menyebabkan kerusakan rumah, terganggunya infrastruktur, serta terhentinya aktivitas kehidupan sehari-hari.
Bagi keluarga terdampak, banjir bukan sekadar bencana alam. Banjir berarti hilangnya rasa aman, stabilitas, serta akses terhadap salah satu kebutuhan paling mendasar dalam kehidupan. Menanggapi kondisi tersebut, tim kami bekerja bersama mitra lokal untuk menghadirkan solusi pengolahan air yang cepat, andal, dan berkelanjutan, guna memulihkan akses air bersih pada saat yang paling dibutuhkan.



Dari Air Banjir Menjadi Air Layak Pakai
Melalui kolaborasi kemanusiaan bersama Yayasan Pendidikan Graha Kirana, STIH Graha Kirana, dan Graha Kirana NASDEC Centre, kami mengoperasikan sistem mini Membrane Bioreactor (MBR) yang ringkas di wilayah terdampak banjir.
Sistem ini dipasang di Masjid Babo Salam, yang menjadi pusat aktivitas masyarakat—tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang interaksi sehari-hari, saling mendukung, dan upaya pemulihan bersama. Dalam budaya setempat, kebersihan memiliki keterkaitan erat dengan martabat, kesehatan, dan kehidupan sosial. Pemulihan akses air bersih di masjid membantu masyarakat kembali menjalankan praktik kebersihan harian serta secara bertahap memulihkan rasa normal dalam kehidupan mereka.
Implementasi sistem ini mendukung ratusan rumah tangga di kedua desa, sekaligus melengkapi distribusi lebih dari 14.000 liter air bersih kepada masyarakat terdampak.



Dari Keruh dan Tidak Layak
Menjadi Jernih dan Menenangkan
Sebelum diolah, air banjir tampak sangat keruh, berubah warna, dan tidak layak digunakan, dengan bau tergenang serta tingkat keamanan yang tidak pasti. Setelah melalui proses pengolahan, air menjadi jernih, tidak berwarna, dan bebas dari padatan yang terlihat, sehingga kembali menumbuhkan kepercayaan masyarakat untuk digunakan dalam kebutuhan kebersihan sehari-hari.
Kualitas air hasil pengolahan yang dicapai:
Lebih dari sekadar angka, tersedianya air yang terlihat bersih membantu mengurangi kecemasan masyarakat terhadap risiko penyakit bawaan air, serta memberikan rasa aman bahwa kebersihan dasar tetap dapat terjaga selama masa pemulihan.
Dirancang untuk Kondisi Darurat
Sistem MBR yang ringkas ini dirancang untuk respons cepat, memungkinkan pemasangan pada hari yang sama serta beroperasi secara andal dalam kondisi yang tidak stabil dan menantang. Meski kualitas air banjir berubah dari hari ke hari, sistem tetap mampu memberikan performa pengolahan yang konsisten saat masyarakat paling membutuhkannya. Keandalan ini menjadi sangat krusial di lingkungan pascabencana, di mana keterlambatan dapat memperpanjang risiko kesehatan dan memperlambat proses pemulihan.
Mengapa
Solusi Ini Penting
Tanpa adanya pengolahan air di lokasi, proses pemulihan akan berlangsung lebih lambat dan penuh ketidakpastian. Masyarakat akan bergantung lebih lama pada distribusi air melalui truk tangki, menghadapi peningkatan risiko penyakit terkait kebersihan, mengalami tekanan psikologis yang lebih tinggi, serta tertundanya pemulihan aktivitas komunal.
Sebagaimana disampaikan oleh Prof. Dr. M. Arif Nasution, Direktur Graha Kirana NASDEC Center: “Bencana menuntut kita tidak hanya hadir, tetapi juga memberikan solusi yang berkelanjutan. Bantuan logistik memang penting, namun akses terhadap air bersih adalah kebutuhan mendasar yang tidak dapat ditunda.”
Pernyataan ini menegaskan pentingnya teknologi filtrasi membran MBR, yang mampu menghasilkan air berkualitas tinggi melalui sistem yang ringkas dan tangguh, sangat sesuai untuk wilayah terdampak banjir dan lokasi terdesentralisasi. Dengan menyediakan sumber air bersih langsung di lokasi, sistem ini mengurangi ketergantungan pada pasokan eksternal serta mendukung pemulihan yang lebih cepat dan kesejahteraan masyarakat.
Rekayasa dengan
Tujuan
Proyek ini mencerminkan keyakinan kami bahwa rekayasa tidak hanya tentang membangun sistem, tetapi juga tentang mendukung manusia, melindungi komunitas, dan memulihkan martabat di masa krisis. Dengan menerapkan teknologi pengolahan air yang telah terbukti dalam kondisi darurat nyata, kami menunjukkan bahwa rekayasa dapat menghadirkan bukan hanya infrastruktur, tetapi juga harapan, ketahanan, dan dampak yang berkelanjutan.

Jl. R.A Kartini II, No. 11 Madras Hulu 20152 Medan, Sumatera Utara
Gold Coast Office Tower, Tower Liberty 7F Jl. Pantai Indah Kapuk Boulevard, RT.6/RW.2, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara , DKI Jakarta 14470
Ruko Sentra Niaga Blok J No. 2 Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat 11750